RSUD Teluk Bintuni Akan Dikelolah Swasta

Diposting oleh Arndi 4 Mei 2011

Bupati Teluk Bintuni drg. Alfons Manibui, Dess dalam jumpa persnya kepada wartawan media cetak dan elektronik baru-baru ini mengatakan, pengelolaan rumah sakit umum daerah (RSUD) Teluk Bintuni yang direncanakan peresmiannya bulan Juni mendatang akan dikelolah bersama swasta. “Kami akan bekerja sama dengan pihak swasta yang profesional dari rumah sakit dr. Sutomo Surabaya,” ungkap bupati Alfons.

Menurut Alfons, pemerintah daerah akan berpihak pada masyarakat yaitu menekan biaya pelayanan dengan manajemen profesional yang dilakukan oleh swasta yang bekerja sama dengan BP-Tangguh.
Secara terpisah, hal senada juga disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Teluk Bintuni dr. Andreas Ciokan disela-sela acara konsultasi publik antara dinas kesehatan dan berbagai stakeholder kepada wartawan, Selasa (15/3) di ruang pertemuan hotel Steenkool mengatakan, RSUD Teluk Bintuni akan dioperasikan paling cepat bulan Juni dan paling lambat awal Juli. Saat ini pihaknya tengah mempersiapkan sarana pendukung tata taman (landscape). “Disamping itu kami juga sedang mendatangkan alat-alat rumah sakit yang akan digunakan,”ungkapnya.
Ciokan menambahkan, bahwa tenaga-tenaga perawat yang akan dipakai sebanyak 35 orang yang direkrut dari berbagai lini, baik dari Bintuni, Papua maupun dari luar Papua. “Tenaga-tenaga yang kami pakai spesifik dan direkrut melalui proses seleksi yang dilakukan oleh tim yang telah dibentuk,”ungkapnya.
Diharapkan, kata Ciokan, tenaga-tenaga yang akan dipekerjakan di RSUD betul-betul bisa menjalankan rumah sakit dengan baik sehingga mereka dituntut memiliki kemampuan dan dedikasi yang tinggi. “RSUD Teluk Bintuni dipersiapkan sebagai rumah sakit dengan grade tipe C. Namun awal pengoperasiannya akan dijalankan dengan tipe D dengan memakai 2 (dua) dokter ahli yaitu dokter spesialis bedah dan ahli anak. Dan juga sedang diusahakan dokter ahli kandungan guna mengatasi permasalahan yang banyak dihadapi selama ini,”paparnya.
Fasilitas yang sudah siap, kata Ciokan meliputi 1 (satu) gedung poliklinik yang didalamnya terdiri dari 1 unit laboratorium, 1 unit ruang gawat darurat (UGD), 1 unit instalasi farmasi, 1 unit fasilitas transfusi darah dan 2 unit gedung rawat inap dengan kapasita 50 unit tempat tidur ditambah 1 gedung kantor. “ Kedepan kita juga mempersiapkan ruang operasi sentral, ruang rontgen, serta laboratorium permanen dan fasilitas pendukung lainnya termasuk perumahan pegawai akan disiapkan dalam 1 (satu) kompleks dengan RSUD yang dikerjakan secara bertahap,” ungkap dokter Andreas.
Dokter Andreas menambahkan, meski RSUD belum rampung semua dan dengan berbagai petimbangan rumah sakit akan segera digunakan. “Sebab kalau menunggu fasilitas rumah sakit rampung semua baru digunakan maka dibutuhkan 3 (tiga) tahun lagi baru rumah sakit beroperasi,”ujar dokter Andreas.
RSUD yang dibangun diatas lahan seluas 10 Ha itu direncanakan akan memiliki fasilitas yang lengkap yang dibangun secara bertahap. (muris wartawan metro pos/warta teluk)

0 komentar

Posting Komentar

Daftar ISi